Kata Peneliti Terumbu Karang Soal Mesin ATM di Bawah Laut Pahawang - PianoPoker.net

Breaking

Monday, February 26, 2018

Kata Peneliti Terumbu Karang Soal Mesin ATM di Bawah Laut Pahawang


Pahawang - ATM bawah laut Pahawang tengah ramai jadi pembicaraan. Viral, peletakan ATM ini menimbulkan banyak komentar. Lalu apa kata peneliti terumbu karang?

Keberadaan ATM bawah laut Pahawang mengundang komentar pro dan kontra. Banyak yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang tidak setuju. detikTravel pun meminta pendapat peneliti terumbu karang, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP, Dr Ir Diah Permata Msc, Senin (26/2/2018).

"Kalau sifatnya seperti terumbu buatan yang lain sih, sebetulnya tidak apa-apa," ujar Diah.

Asal didesain dengan baik dan ditempatkan dengan benar, ATM bawah laut ini terbilang aman. Yaang ditakutkan adalah ketika ATM tersebut lepas atau berpindah tempat. Sehingga ATM tersbut bergeser dan menimpa koloni karang yang ada di sekitarnya.


ATM bawah laut tersebut ditanam dengan mengantongi izin dari Dinas Kelautan Lampung dan Dinas Lingkungan. 3 ATM tersebut ditanam di atas terumbu karang yang sudah hancur, tepatnya di Desa Pahawang, Dusun Pagetahan.

Namun apakah ATM tersebut benar-benar tidak melukai ekosistem laut?

"Kalau ditempatkan di atas karang yang rusak ya mungkin bisa menggangu. Karena meski rusak karangnya, ekosistemnya tetap ada. Dengan adanya peletakan ATM mungkin bisa jadi malah mengganggu ekosistem yang sudah harmonis sebelumnya," jelas Diah.

Diah menambahkan, jika memang peletakan ATM sebagai spot foto dipandang lebih baik untuk mengundang wisatawan datang ke spot tersebut dari pada datang ke karang hidup yang rusak, mungkin tidak apa-apa. Lagi-lagi, kajian soal terumbu karang yang rusak tersebut mengundang pertanyaan.


"Ya kalau sudah dibicarakan, yang penting sudah ada kesepakatan antar dinas. Biar kalau ada apa-apa nggak saling tuding," kata Diah.

"Hanya setahu saya meski suatu kawasan dikatakan hancur, sebetulnya ekosistemnya tetap jalan. Yang tertinggal akan beradaptasi dengan kehancuran tersebut dan membentuk harmoni baru," jelas Diah.

Jika kawasan tersebut dimasuki dengan hal baru lagi seperti ATM, maka biota-biota yang tertinggal tersebut harus kembali beradaptasi kembali. Seringkali, karang yang hancur dianggap sudah tidak memiliki apa-apa. Padahal masih ada ribuan yang tinggal dalam ekosistem hancur tersebut dari sekian species.


"Ya semoga organisme yang ada di situ punya daya lenting tinggi, sehingga bisa beradaptasi cepat dengan introduksi baru yang terjadi," tutup Diah

No comments:

Post a Comment